NewsKegiatanMateriUNIT SIAGA SAR OKU TIMUR

TEAS SAR GABUNGAN BERHASIL TEMUKAN WAWAN DI SUNGAI KOMERING

OKU TIMUR – Wawan Setiawan (17) Seorang anak laki-laki yang dilaporkan tenggelam di sungai komering  Kec. Buay pemuka peliung Kab. Oku timur, Sumatera Selatan akhirnya ditemukan Meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada minggu (03/09) sore.

Kepala Basarnas Sumsel Hery Marantika, S.H, M.Si., saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon membenarkan informasi tersebut. Benar korban atas nama Wawan berhasil kita temukan dalam keadaan meninggal dunia di desa negeri agung Sungai komering terang hery.

 

Pada Proses Pencarian, Tim Rescue Basarnas Sumsel mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan yang berada dilokasi Seperti TNI/Polri, Pemda Setempat, bahkan Pihak Medis terdekat serta Unsur SAR lainnya. Kemudian Tim SAR Gabungan dibagi Menjadi beberapa SRU (SAR Unit) dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Metode pencarian dibagi beberapa metode seperti penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet, menggunakan peralatan aQua eye untuk mendeteksi keberadaan korban, melakukan circle (ombak buatan) dengan menggunakan perahu karet ditempat tempat yang dicurigai adanya korban.

 

Setelah segala upaya yang dilakukan, akhirnya hari ini pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.00 wib korban kita temukan, dalam keadaan meninggal dunia sekitar 1,6 km dari lokasi awal kejadian. selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa kerumah duka guna dilakukan proses pemakaman jelas hery.

Dengan ditemukannya Korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, Semua Unsur SAR yang terlibat dalam proses Pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

 

Diberitakan sebelumnya pada Kamis (01/09) sekitar pukul 17.45 wib telah terjadi kondisi membahayakan manusia satu orang atas nama Wawan setiawan (17) dilaporkan tenggelam disungai komering Kec. Buay pemuka peliung Kab. Oku timur, Sumatera selatan. Kejadian berawal ketika korban ingin menyebrangi sungai dengan berenang namun ketika berada ditengah sungai korban kehabisan naps sehingga mengakibatkan korban hanyut dan tenggelam (Hms).

BACA JUGA  Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palembang (Basarnas Palembang)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button