KegiatanNews

Kabasarnas Jadi Narasumber di Huawei Digital Innovation Congress 2022

PRESS RELEASE Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Jumat, 20 Mei 2022 Kabasarnas Jadi Narasumber di Huawei Digital Innovation Congress 2022 JAKARTA - Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi menjadi narasumber pada event Huawei APAC Digital Innovation Congress 2022 di Singapore, Jumat (20/05/2022). Kabasarnas yang hadir pada sesi kedua Public Safety Roundtable Discussion tersebut membahas post-pandemic digital transformation of public safety. Pada kesempatan tersebut, orang nomer satu di Korps Baju Orange tersebut menyampaikan tantangan pembaruan teknologi informasi pada penyelenggaraan operasi SAR. "Tantangan itu diantaranya berupa besarnya pembiayaan, integrasi dengan sistem yang telah ada, dan terbatasnya kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat berubah," jelasnya. Kabasarnas menyadari bahwa teknologi menjadi salah satu kunci dalam penyelenggaraan operasi SAR. Teknologi yang tepat guna, efektif, dan user friendly diharapkan dapat mendukung quick response search and rescue tim SAR sehingga dalam pelaksanaan operasi SAR, baik kecelakaan, bencana, dan kondisi membahayakan manusia dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa. "Dengan situasi dan kondisi saat ini, Basarnas terus berupaya semaksimal mungkin mengembangkan dan meningkatkan teknologi yang ada guna mengefektifkan penyelenggaraan operasi SAR," jelasnya. Kabasarnas sebelumnya menghadiri dan mengikuti sesi pertama, yakni Diving into Digital in Practice yang menyajikan narasumber praktisi IT dari berbagai bidang, mulai dari banking, policy maker, aviation, property dimana salah satu narasumbernya adalah Dr. Eng. Budi Prawara dari BRIN. Event dengan tema Innovation for a Digital Asia Pacific tersebut juga menjadi media presentasi Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, Huawei Chairman Board, ASEAN Foundation, dan beberapa menteri telekomunikasi dari Malaysia, Bangladesh, dan Thailand. Sekedar informasi, perusahaan asal China telah menandatangani MoU dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Nota kesepahaman itu bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, meningkatkan kompetensi talenta digital, dan mendorong pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi digital. Selama event tersebut juga dilaksanakan eksibisi di bidang IT dan teknologi terbaru seperti artificial intelligence, digital problem solving, termasuk teknologi yang berkaitan dengan penyelenggaraan operasi SAR. (*)

JAKARTA – Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi menjadi narasumber pada event Huawei APAC Digital Innovation Congress 2022 di Singapore, Jumat (20/05/2022).
Kabasarnas yang hadir pada sesi kedua Public Safety Roundtable Discussion tersebut membahas post-pandemic digital transformation of public safety.
Pada kesempatan tersebut, orang nomer satu di Korps Baju Orange tersebut menyampaikan tantangan pembaruan teknologi informasi pada penyelenggaraan operasi SAR.
“Tantangan itu diantaranya berupa besarnya pembiayaan, integrasi dengan sistem yang telah ada, dan terbatasnya kemampuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat berubah,” jelasnya.

Kabasarnas menyadari bahwa teknologi menjadi salah satu kunci dalam penyelenggaraan operasi SAR. Teknologi yang tepat guna, efektif, dan user friendly diharapkan dapat mendukung quick response search and rescue tim SAR sehingga dalam pelaksanaan operasi SAR, baik kecelakaan, bencana, dan kondisi membahayakan manusia dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
“Dengan situasi dan kondisi saat ini, Basarnas terus berupaya semaksimal mungkin mengembangkan dan meningkatkan teknologi yang ada guna mengefektifkan penyelenggaraan operasi SAR,” jelasnya.
Kabasarnas sebelumnya menghadiri dan mengikuti sesi pertama, yakni Diving into Digital in Practice yang menyajikan narasumber praktisi IT dari berbagai bidang, mulai dari banking, policy maker, aviation, property dimana salah satu narasumbernya adalah Dr. Eng. Budi Prawara dari BRIN.

Dok.Basarnas

Event dengan tema Innovation for a Digital Asia Pacific tersebut juga menjadi media presentasi Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, Huawei Chairman Board, ASEAN Foundation, dan beberapa menteri telekomunikasi dari Malaysia, Bangladesh, dan Thailand.
Sekedar informasi, perusahaan asal China telah menandatangani MoU dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Nota kesepahaman itu bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, meningkatkan kompetensi talenta digital, dan mendorong pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi digital.

BACA JUGA  KURANG DARI 24 JAM, JAMALUDIN DITEMUKAN TEAM SAR GABUNGAN
Dok.Basarnas

Selama event tersebut juga dilaksanakan eksibisi di bidang IT dan teknologi terbaru seperti artificial intelligence, digital problem solving, termasuk teknologi yang berkaitan dengan penyelenggaraan operasi SAR. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button