MateriNewsPOS SAR PAGARALAM

7 HARI PENCARIAN TIDAK MEMBUAHKAN HASIL, OPERASI SAR AKHIRNYA DITUTUP

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palembang, TNI-Polri, Pemda dan Komunitas arung jeram akhirnya menghentikan operasi pencarian terhadap Ari Alfiandi (36) pencinta alam yang tenggelam disungai lematang desa tanjung tebat kab. Lahat pada Minggu (23/10).

dok. basarnas palembang

Kepala Basarnas Palembang mengatakan pencarian terhadap Ari Alfiandi hingga Sabtu (29/10) telah dilakukan selama tujuh hari. Hery menjelaskan, sesuai Standar Operasi Pencarian (SOP) Basarnas, jika tujuh hari korban tidak ditemukan maka pencarian dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan, serta Operasi SAR akan dibuka kembali bila ditemukan tanda² keberadaan korban. “sore ini Pencarian korban sudah kita hentikan dikarenakan sudah hari ketujuh yang merupakan hari terakhir pencarian,” katanya.

Ia mengatakan, tim SAR Gabungan telah menemui keluarga korban dan menyampaikan proses penghentian operasi SAR. Kita sampaikan dan jelaskan ke keluarga korban hasil pencarian selama tujuh hari,” ujarnya.

Meskipun operasi SAR Berhenti,  Basarnas tetap akan memantau, menjalin kerja sama dan komunikasi dengan para nelayan dan masyarakat. “Apabila menemukan korban terapung atau tanda tanda keberadaan korban agar segera menginformasikan kepada kami,” tutup hery.

dok. basarnas palembang

diberitakan sebelumnya Seorang Pecinta alam dilaporkan hanyut dan tenggelam disungai lematang desa tanjung tebat kab. Lahat pada minggu (23/10). Kronologis kejadian korban bersama rekannya yang berjumlah enam (6) Orang pada minggu (23/10) pagi atau sekitar pukul 07.00 Wib, Berencana akan ngecamp di muara endikat desa tanjung tebat kab. Lahat, dengan menyeberangi sungai dengan cara berenang namun Ketika berada ditengah sungai korban terseret derasnya arus sungai sehingga menyebabkan korban hanyut dan tenggelam.

BACA JUGA  BASARNAS SUMSEL Cari 2 Orang Tenggelam Di Waduk

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button